Hepatopancreatic Parvovirus (HPV)

Hepatopancreatic Parvovirus Disease merupakan penyakit infeksi pada udang yang disebabkan oleh Hepatopancreatic parvovirus (HPV). Virus ini menginfeksi jaringan saluran pencernaan, terutama hepatopankreas, caeca midgut anterior, serta epitel midgut. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada udang laut budidaya di Singapura pada tahun 1984. Sejak saat itu, kasus serupa juga telah dilaporkan pada beberapa spesies udang lain, seperti Penaeus chinensis di Tiongkok, Penaeus monodon di Filipina, Penaeus semisulcatus di Kuwait, serta Penaeus merguiensis di Singapura.

HPV terdiri dari virion berukuran kecil dengan diameter sekitar 22 nm dan memiliki genom DNA untai tunggal berorientasi negatif (single-stranded DNA). Virus ini bereplikasi di dalam inti sel target. Infeksi HPV diduga lebih sering menimbulkan masalah kesehatan pada lingkungan budidaya dengan kepadatan populasi tinggi. Selain itu, penyakit ini juga sering ditemukan sebagai koinfeksi bersama patogen lain, seperti Laem-Singh Necrosis Virus (LSNV).

Meskipun infeksi HPV umumnya tidak menyebabkan kematian massal pada tambak pembesaran, virus ini dapat menyebabkan pertumbuhan udang menjadi lebih lambat sehingga menurunkan produktivitas budidaya, terutama pada Penaeus monodon. HPV dapat menyebar antar populasi udang melalui transmisi horizontal, misalnya melalui air yang terkontaminasi atau melalui kanibalisme. Transmisi vertikal secara langsung dianggap jarang terjadi, namun telur dapat terkontaminasi selama proses pemijahan ketika bersentuhan dengan kotoran induk betina yang terinfeksi.

Infeksi HPV dapat dideteksi menggunakan metode PCR pada hampir semua stadia kehidupan udang, mulai dari postlarva, juvenil, hingga dewasa. Deteksi HPV juga dimungkinkan pada telur atau larva apabila terjadi kontaminasi selama proses pemijahan.

Sumber: https://www.genics.com.au/education/#flyers

Related Articles