Yellow Head Virus variant 1 and 7 (YHV1 & YHV7)

Yellow Head Virus genotipe 1 (YHV-1) merupakan virus berbentuk bacilliform yang terbungkus dengan genom positive-sense single-stranded RNA (+ssRNA). Virus ini termasuk dalam genus Okavirus, famili Roniviridae, dan berada dalam ordo Nidovirales. YHV pertama kali dikenali pada awal tahun 1990-an dan diketahui sebagai penyebab kematian massal pada budidaya udang Penaeus monodon di Thailand. Penyakit ini dinamakan “yellow head” karena munculnya warna kuning pucat pada bagian dorsal cephalothorax serta penampilan tubuh udang yang tampak pucat. Warna kuning tersebut merupakan akibat dari hepatopankreas yang membesar dan berwarna kekuningan.

Infeksi Yellow Head Virus genotipe 1 dapat menyebabkan tingkat kematian hingga 100% pada Penaeus monodon dalam waktu tiga hingga lima hari setelah munculnya tanda-tanda infeksi yang parah. Hal ini menjadikan penyakit ini sebagai salah satu penyakit yang sangat mematikan dalam budidaya udang. Karena dampaknya yang signifikan, infeksi YHV tercatat sebagai penyakit yang wajib dilaporkan oleh World Organisation for Animal Health (WOAH, sebelumnya dikenal sebagai OIE).

Udang pada tahap postlarva berumur sekitar 20–25 hari hingga udang muda (juvenil) sangat rentan terhadap infeksi YHV-1. Kematian umumnya terjadi pada tahap juvenil awal hingga akhir selama masa pemeliharaan di tambak. Menariknya, postlarva Penaeus monodon yang berumur kurang dari 15 hari relatif resisten atau mampu mentoleransi infeksi YHV-1. Kemunculan penyakit ini juga sering dikaitkan dengan kondisi stres, terutama yang berkaitan dengan proses moulting.

Hingga saat ini, YHV diketahui memiliki sedikitnya 10 genotipe. Genotipe 2 dikenal sebagai Gill Associated Virus (GAV) dan biasanya dibahas dalam panduan patogen yang terpisah. Genotipe 3 hingga 6 belum dilaporkan memiliki hubungan yang jelas dengan timbulnya penyakit. Genotipe 7 pernah terdeteksi pada Penaeus monodon yang sakit di Australia bagian utara, sedangkan genotipe 8 ditemukan pada Fenneropenaeus chinensis yang sakit di Tiongkok, meskipun peran kedua genotipe tersebut dalam kejadian penyakit masih belum sepenuhnya dipahami. Genotipe 9 dan 10 merupakan genotipe yang paling baru dideskripsikan, namun informasi mengenai karakteristik dan dampaknya masih sangat terbatas.

Sumber: https://www.genics.com.au/education/#flyers

Related Articles