
Illustrasi Black Gill (Sumber: Dewanggan et al., 2015)
Black Gill Disease (Penyakit Insang Hitam) adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan warna organ insang menjadi kecokelatan hingga hitam pekat. Karena insang merupakan organ vital untuk respirasi (pernapasan) dan osmoregulasi (keseimbangan cairan tubuh), kerusakan pada jaringan ini membuat udang mengalami sesak napas secara tiba-tiba sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yaitu pergerakan udang yang lemas. Penyakit ini bisa bersifat kronis (insang secara perlahan seiring waktu menjadi gelap) hingga akut (insang tiba-tiba menjadi gelap), dan jika dibiarkan tanpa penanganan, akan memicu kematian massal akibat udang mati lemas.
Apa yang menyebabkan kemunculan Black Gill ?
Penyakit insang hitam bukan disebabkan oleh satu patogen tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor biologis dan lingkungan (multifaktorial):
- Faktor Biologis (Infeksi Patogen):
- Infeksi jamur Fusarium solani yang tumbuh di jaringan insang dan memicu proses melanisasi (pigmen hitam) sebagai respon imun udang untuk menangani infeksi.
- Protozoa Parasitik seperti Zoothamnium, Epistylis, atau Vorticella yang menempel pada insang, memerangkap kotoran, dan merusak sel-sel insang.
- Serangan bakteri oportunistik seperti Vibrio spp. yang menyebabkan nekrosis (kematian jaringan) pada insang.
- Faktor Non-Biologis (Lingkungan & Kimia):
- Akumulasi Bahan organik perairan seperti Partikel lumpur, sisa pakan, dan plankton mati yang melayang di air menempel dan menyumbat saluran insang.
- Konsentrasi amonia (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S) yang tinggi di dasar kolam merusak sel-sel insang secara kimiawi.
- Kurangnya asupan Vitamin C dalam pakan yang mengganggu proses perbaikan jaringan cangkang insang.
Bagaimana gejala dari penyakit Black Gill ?
Gejala yang dapat dilihat ketika udang mengalami penyakit Black Gill adalah sebagai berikut:
- Insang berubah warna menjadi gelap dan menghitam.
- Nafsu makan menurun.
- Pergerakan menjadi lemah, tidak seimbang, dan lemah dalam merespon rangsangan akibat kesulitan bernafas
- Kanibalisme antar udang
Partikel lumpur atau patogen mulai menempel pada insang udang, membuat organ tersebut tersumbat hingga warnanya berubah pucat atau kekuningan. Seiring berjalannya waktu, sumbatan ini menyebabkan kematian jaringan (nekrosis) yang memicu tubuh udang meresponnya dengan mengirimkan pigmen melanin (menghitam) secara masif untuk menambal kerusakan, sehingga insang berubah menjadi gelap hingga hitam pekat.
Karena alat pernapasan rusak, udang otomatis mengalami kondisi hipoksia (sesak napas akut) yang menguras energi tubuh, dan mengakibatkan pergerakannya menjadi lemas, kehilangan keseimbangan saat berenang, dan lambat merespon rangsangan. Berada dalam kondisi stres kritis ini, udang langsung beralih ke mode bertahan hidup dengan mematikan beberapa fungsi tubuh untuk penghematan energi, termasuk sistem pencernaan, yang menyebabkan nafsu makan turun drastis. Apabila tidak ditangani dengan serius, udang-udang yang sesak napas dan kelaparan ini akan tumbang tak berdaya di dasar kolam, di mana aroma tubuh mereka yang melemah langsung memicu insting predator udang lainnya yang memiliki sifat dasar kanibalisme dan dapat muncul secara agresif.
Bagaimana cara mendiagnosa Black Gill ?
Untuk memastikan penyebab utama di balik menghitamnya insang udang, tahapan diagnosa berikut dapat dilakukan:
| Metode Diagnosa | Prosedur Tindakan | Hasil / Indikasi Positif |
|---|---|---|
| Pengamatan Visual | Memeriksa bagian samping kepala (branchial chamber) udang secara langsung di bawah cahaya terang. | Terlihat warna kecokelatan atau bercak hitam pada organ insang di balik karapas yang transparan. |
| Pemeriksaan Mikroskopis/Laboratorium | Mengambil sampel potongan kecil lamela insang udang hidup, diletakkan di kaca preparat, lalu diamati di bawah mikroskop. | Terlihat adanya hifa/spora jamur Fusarium, koloni protozoa ciliata yang bergerak, atau akumulasi partikel lumpur hitam yang menyumbat lamela. |
| Histopatologi | Pembuatan sediaan jaringan insang yang difiksasi dan diwarnai di laboratorium khusus. | Terjadi akumulasi sel darah udang (hemosit), kerusakan struktur lamela insang (nekrosis), dan pengendapan pigmen melanin hitam yang masif. |
Sumber:
Dewangan, Naresh & Gopalakrishnan, Ayyaru & Kannan, Daniel & Shettu, Narayanasamy & Singh, Ramakrishna. (2015). Black gill disease of Pacific white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) by Aspergillus flavus. Journal of Coastal Life Medicine. 3. 761-765. 10.12980/jclm.3.2015j5-70.
Fisheries and Oceans Canada. (2018). Black Gill Syndrome of Shrimp and Prawns. Government of Canada. https://www.dfo-mpo.gc.ca/science/aah-saa/diseases-maladies/blgillsp-eng.html
Selvakumar, P., & Murugasen, P. (2015). Black Gill Infection in Litopenaeus vannamei and Its impact on production. International Journal of Current Research. Vol. 7(11), 22216-22221. https://www.journalcra.com/sites/default/files/issue-pdf/11342.pdf



