Infectious Myonecrosis (IMN) adalah penyakit pada udang yang disebabkan oleh Infectious Myonecrosis Virus (IMNV). Virus ini terutama menginfeksi otot lurik (skeletal muscle dan kadang otot jantung), hemosit, organ limfoid, serta jaringan ikat secara umum, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan otot. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada Penaeus vannamei di Brasil pada tahun 2002, kemudian muncul di Indonesia pada 2006, dan di Malaysia pada 2018. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa udang P. monodon liar dari Samudra Hindia dapat terinfeksi IMNV.
IMNV adalah virion kecil dengan diameter sekitar 40 nm dan memiliki genom berupa RNA untai ganda (dsRNA) yang bereplikasi di sitoplasma sel target. Virus ini cenderung menimbulkan masalah kesehatan pada lingkungan budidaya dengan kepadatan populasi tinggi. Analisis genetik menunjukkan bahwa strain IMNV yang ditemukan di Indonesia memiliki kesamaan 99,6% dengan strain Brasil, yang menandakan kemungkinan penyakit ini diperkenalkan ke Asia melalui stok udang P. vannamei yang diimpor dari Brasil pada tahun 2006.
Observasi lapangan mengindikasikan bahwa inaktivasi IMNV lebih sulit dibandingkan virus udang penaeid lain, seperti IHHNV, YHV1, WSSV, dan TSV, dengan metode desinfeksi kolam konvensional seperti pengeringan dengan sinar matahari atau klorinasi. Selain itu, ada potensi virion IMNV tetap infektif di dalam saluran pencernaan dan feses burung laut yang memakan udang yang sakit atau mati akibat infeksi, sehingga dapat berperan dalam penyebaran penyakit.



