Taura Syndrome Virus (TSV)

Taura syndrome merupakan penyakit menular pada udang yang disebabkan oleh Taura syndrome virus (TSV). Virus ini terutama menginfeksi jaringan yang berasal dari ektodermal dan mesodermal, seperti hipodermis pada seluruh permukaan tubuh (epitel kutikula) dan insang. Sebaliknya, organ yang berasal dari endodermal seperti hepatopankreas, midgut, caeca midgut, otot, dan jantung umumnya tidak menunjukkan perubahan histologis akibat infeksi TSV.

Penyakit Taura syndrome pertama kali dilaporkan pada udang Litopenaeus vannamei dari wilayah Taura di Ekuador pada awal 1990-an, kemudian menyebar ke berbagai negara di Amerika serta ke wilayah lain termasuk Asia melalui perpindahan benur dan induk udang yang terinfeksi. Awalnya para petambak di Ekuador menduga penyakit tersebut disebabkan oleh penggunaan pestisida di perkebunan pisang yang berada di dekat tambak udang. Namun penelitian selanjutnya menegaskan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus. Penyakit ini juga termasuk dalam daftar penyakit penting yang harus dilaporkan oleh World Organisation for Animal Health (WOAH/OIE).

TSV merupakan virion berukuran sangat kecil, sekitar 30–32 nm, dengan genom RNA untai tunggal sense positif yang bereplikasi di dalam sitoplasma sel target. Virus ini cenderung menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius pada sistem budidaya dengan kepadatan populasi tinggi. Keparahan penyakit dapat berbeda-beda tergantung pada strain virus yang menginfeksi. Secara umum, TSV dibagi menjadi beberapa genotipe berdasarkan distribusi geografisnya, antara lain genotipe Amerika, Asia Tenggara, Belize, dan Venezuela.

Infeksi TSV biasanya menyerang udang pada tahap awal budidaya, terutama pada fase postlarva hingga juvenil sekitar 14–40 hari setelah penebaran di tambak. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian massal dengan tingkat mortalitas sekitar 40% hingga lebih dari 90% pada populasi yang terinfeksi. Penularan TSV dapat terjadi secara horizontal melalui kanibalisme atau kontak dengan udang yang terinfeksi, dan kemungkinan juga terjadi secara vertikal dari induk ke keturunannya. Infeksi TSV dapat dideteksi dengan metode molekuler seperti RT-PCR pada berbagai stadia kehidupan udang, termasuk postlarva, juvenil, dan dewasa.

Sumber: https://www.genics.com.au/education/#flyers

Related Articles