
Illustrasi TSV (Sumber: Arulmoorty et al. 2020)
Taura Syndrome Virus (TSV) adalah penyakit viral yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di Sungai Taura, Ekuador pada tahun 1992. TSV dikenal karena kemampuannya menyebabkan kematian massal (hingga 40–90%) dalam waktu singkat, terutama pada udang yang masih dalam tahap juvenil (umur 14–40 hari setelah tebar).
Apa yang menyebabkan kemunculan TSV?
Penyakit ini disebabkan oleh Taura Syndrome Virus (TSV), yang merupakan virus RNA berantai tunggal (single-stranded RNA) dari keluarga Dicistroviridae. Virus ini menyerang jaringan kutikula (kulit), insang, dan appendages (kaki/ekor) udang. TSV sangat mudah bermutasi, sehingga muncul berbagai varian (strain) yang memiliki tingkat keganasan berbeda-beda di berbagai wilayah. Meskipun begitu, TSV tidak menyerang pencernaan dan bagian dalam tubuh udang, melainkan pada bagian pelindung luar tubuh udang.
Bagaimana gejala dari penyakit TSV ?
Gejala yang terjadi ketika udang terinfeksi TSV terbagi menjadi 3 fase yaitu sebagai berikut:
- Fase Akut (Fase Merah):
- Udang terlihat lemas dan nafsu makan turun tiba-tiba.
- Seluruh tubuh, terutama bagian ekor (uropod) dan kaki renang, berubah warna menjadi kemerahan atau merah muda.
- Cangkang udang menjadi lembek (soft shell).
- Kematian biasanya terjadi pada saat udang mencoba melakukan moulting (ganti kulit).
- Fase Transisi (Fase Bintik Hitam):
- Jika udang berhasil selamat dari fase akut, tubuhnya akan menunjukkan bintik-bintik hitam yang tersebar tidak beraturan pada karapas.
- Bercak hitam ini adalah respon imun udang untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat virus.
- Fase Kronis:
- Udang terlihat sehat kembali dan bintik hitam menghilang setelah beberapa kali moulting.
- Namun, udang berpotensi menjadi pembawa virus TSV (carrier) seumur hidupnya yang dapat menulari udang sehat lainnya di kolam yang sama atau keturunannya.
- Udang yang menjadi pembawa virus TSV cenderung memiliki ketahanan tubuh yang lebih lemah seperti lebih mudah stress ketika lingkungan budidaya memburuk dan memicu kembali memunculkan penyakit TSV.
Bagaimana cara mendiagnosa TSV ?
Identifikasi TSV memerlukan ketelitian karena gejalanya bisa mirip dengan penyakit lain:
- Diagnosa Visual: Melihat adanya warna merah pada ekor (fase akut) atau bercak hitam yang tidak beraturan di tubuh udang (fase transisi).
- Histopatologi: Pengamatan jaringan di laboratorium akan menunjukkan adanya lesi/kerusakan pada epitel kutikula dan munculnya badan inklusi (Cowdry type A) yang khas.
- Molekuler (RT-PCR)
Sumber:
Arulmoorthy, M.P. & Elamaran, Anandajothi & Sugumar, Vasudevan & Elumalai, Suresh. (2020). Major viral diseases in culturable penaeid shrimps: a review. Aquaculture International. 28. 10.1007/s10499-020-00568-3.
World Organisation for Animal Health (WOAH). (2009). Taura syndrome. In Manual of diagnostic tests for aquatic animals (Chap. 2.2.4). WOAH. https://www.woah.org/fileadmin/Home/eng/Internationa_Standard_Setting/docs/pdf/2.2.04_TAURA.pdf



