Vibriosis: Ketika bakteri Vibrio di tambak melebihi batas normal dan menyerang udang!

Illustrasi Vibriosis (Sumber: Basir et al., 2023)


Vibriosis adalah penyakit infeksi bakterial yang paling umum dan tersebar luas pada budidaya udang (terutama udang Vaname dan Windu). Bakteri vibrio oportunistik karena bakteri ini sebenarnya merupakan mikroorganisme alami yang selalu ada di dalam air laut/payau dan tubuh udang itu sendiri. Sebuah penyakit dari bakteri vibrio baru akan muncul dan menyerang apabila terjadi ketidakseimbangan di tambak yaitu ketika populasi bakteri Vibrio meledak melebihi ambang batas aman atau ketika sistem imun udang melemah akibat stres lingkungan. Vibriosis dapat bersifat lokal (menyerang organ tertentu seperti kulit/insang) hingga sistemik (masuk ke aliran darah/hemolimfa dan menyebabkan kematian massal). Vibriosis merupakan infeksi penyakit yang berpotensi tinggi terjadi bersama penyakit lain, hal ini karena bakteri vibrio menjadi sumber berbagai jenis penyakit udang, seperti White Feces Disease (WFD) yang menyebabkan feses udang berwarna putih, atau AHPND yang menganggu pertumbuhan dan pencernaan udang.

Apa yang menyebabkan kemunculan Vibriosis?

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai spesies bakteri gram-negatif dari genus Vibrio. Beberapa spesies utama yang sering menyerang tambak udang antara lain:

  1. Vibrio harveyi:
    Penyebab utama Luminescent Vibriosis (vibriosis berpendar). Bakteri ini memiliki kemampuan bioluminesensi sehingga membuat tubuh udang dapat terlihat terang menyala dalam gelap didalam air.
  2. Vibrio alginolyticus & Vibrio anguillarum:
    Sering memicu infeksi sistemik, kerusakan karapas, dan keracunan darah (septikemia).
  3. Vibrio parahaemolyticus:
    Menyebabkan radang pencernaan dan penurunan pertumbuhan. Bakteri jenis ini juga termasuk dapat menyebabkan infeksi penyakit sekunder berupa penyakit AHPND.

Bagaimana gejala dari penyakit Vibriosis ?

Gejala vibriosis sangat bervariasi tergantung pada spesies bakteri yang mendominasi dan tingkat keparahannya:

  1.  Tubuh/karapas menjadi merah (Red Disease)
  2.  Tubuh menjadi pucat
  3.  Karapas menjadi lembek dan rapuh
  4.  Tubuh mengalami kerusakan atau luka terbuka
  5.  Ekor mengalami kerusakan (nekrosis/tail rot)
  6.  Dalam beberapa kasus, tubuh tampak menyala/berpendar dalam kegelapan (luminescent)
  7.  Tubuh mengalami luka berwarna hitam akibat proses melanisasi
  8.  Kerusakan pada berbagai bagian appendages (kaki dan antena)
  9.  Kaki renang menjadi merah
  10.  Muncul feses putih di tambak (White Feces Disease)
  11.  Insang menjadi merah akibat inflamasi bakteri
  12.  Nafsu makan menurun drastis
  13.  Udang berkumpul di tepi kolam dalam kondisi lemas

Bagaimana cara mendiagnosa Vibriosis ?

Karena gejala vibriosis bisa tumpang tindih dengan penyakit lain, diperlukan akurasi diagnosa supaya tidak salah deteksi. Analisis lebih lanjut di laboratorium disarankan untuk mengetahui jenis bakteri vibrio yang menginfeksi udang.

Tahapan DiagnosaMetode TindakanHasil / Indikasi Positif
Pengamatan LapanganMemantau perilaku udang pada siang hari dan mengecek pendaran cahaya di kolam pada malam hari.Udang lemas di permukaan, ekor geripis, atau tubuh udang menyala saat malam hari.
Kultur Bakteri (Plating)Mengambil sampel air kolam atau menggerus organ hepatopankreas udang, lalu ditanam (plating) pada media selektif TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose) Agar.Pertumbuhan koloni bakteri berwarna hijau (sucrose negative) atau kuning (sucrose positive)

Catatan: Dominasi koloni hijau umumnya dianggap lebih patogen/berbahaya.
Perhitungan Total (TVC)Menghitung jumlah koloni yang tumbuh setelah inkubasi 24 jam untuk mengetahui Total Vibrio Count (TVC).Populasi bakteri sudah melewati ambang kritis

Sumber:

Chandrakala, N., & Priya, S. (2017). Vibriosis in Shrimp Aquaculture A Review. IJSRSET. Vol. 3(2), 27-33 https://ijsrset.com/paper/2297.pdf

Valente, S. C., & Wan, A. H. L. (2021). Vibrio and major commercially important vibriosis diseases in decapod crustaceans. Journal of Invertebrate Pathology. Vol. 181, 107527. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022201120302330

Harpeni, E., Isnansetyo, A., Istiqomah, I., & Murantoko, M. (2024). Bacterial biocontrol of vibriosis in shrimp: A review. Aquaculture International. Vol. 32(5), 5801-5831. https:/doi.org/10.1007/s10499-024-01445-z

Related Articles