White Spot Disease (WSD) disebabkan oleh White Spot Syndrome Virus (WSSV), suatu virus DNA dari genus Whispovirus dalam keluarga Nimaviridae. WSSV dapat menginfeksi udang liar, udang budidaya, serta krustasea lainnya, dan sangat menular. Virus ini sering menyebabkan tingkat kematian tinggi, terutama pada populasi dengan kepadatan tinggi di perairan tawar, payau, maupun laut. WSD biasanya muncul lebih parah ketika udang mengalami stres lingkungan, seperti tingkat pencahayaan rendah, penurunan kualitas pakan, pertukaran air dalam volume besar, perubahan mendadak parameter fisika-kimia air, atau penurunan suhu air secara cepat, misalnya dari 30°C menjadi 26°C (86–78,8°F) dalam satu malam.
Partikel WSSV berbentuk oval atau seperti batang dengan struktur simetri yang teratur. Virion ini merupakan virus udang terbesar yang diketahui, dengan diameter 80–120 nm dan panjang 250–380 nm, serta memiliki perpanjangan menyerupai flagela pada salah satu ujungnya. Replikasi virus terjadi di inti sel. Berbagai genotipe WSSV telah dilaporkan di sejumlah lokasi geografis, namun semuanya diklasifikasikan dalam genus Whispovirus.
Meskipun WSSV tidak berdampak pada kesehatan manusia dan udang yang terinfeksi tetap aman untuk dikonsumsi, virus ini memiliki efek ekonomi yang sangat merugikan bagi budidaya udang. Semua tahap kehidupan udang, mulai dari telur hingga induk dewasa, rentan terhadap infeksi. Namun, mortalitas paling signifikan biasanya terjadi pada tahap postlarva dan juvenil.



