Status Kegiatan: Selesai Dilaksanakan • Lokasi: Cirebon, Jawa Barat • Kategori: Sosialisasi & FGD Lapangan
Konsorsium riset yang dipimpin oleh Universitas Padjadjaran (UNPAD) bekerja sama dengan University of New South Wales (UNSW) Sydney dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkenalkan aplikasi SMARTAMBAK di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kegiatan yang didanai melalui program kemitraan pengetahuan KONEKSI (Kolaborasi Pengetahuan dan Inovasi Australia-Indonesia) ini melibatkan lebih dari 40 peserta yang mencakup petambak udang skala kecil, pembudidaya perempuan, penyuluh perikanan, serta perwakilan dinas kelautan daerah.
Solusi Nyata Mengatasi Wabah Penyakit Tambak
Dalam forum tersebut terungkap bahwa salah satu penyebab utama kegagalan panen petambak kecil adalah keterlambatan dalam mendeteksi dan melaporkan serangan penyakit berbahaya seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). Jarak yang jauh dari laboratorium uji kesehatan ikan kerap membuat respon penanganan menjadi terlambat.
Aplikasi SMARTAMBAK hadir sebagai inovasi digital inklusif yang memungkinkan petambak:
- Mengunggah foto gejala klinis udang yang sakit untuk dianalisis oleh algoritma pintar.
- Mencatat parameter kunci kualitas air secara berkala (pH, salinitas, suhu, dan DO).
- Memperoleh panduan tindakan penanganan darurat yang tervalidasi oleh pakar kesehatan ikan KKP.
- Menerima peringatan dini risiko penularan penyakit di zona wilayah tambak sekitar.

Komitmen Inklusi Gender (GEDSI)
Hal yang membedakan kegiatan pengenalan SMARTAMBAK di Cirebon adalah integrasi perspektif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Seringkali peran perempuan dalam pembukuan usaha tambak, persiapan pakan, dan pengelolaan pasca-panen terabaikan. Melalui lokakarya ini, antarmuka sistem dirancang ramah dan mudah diakses oleh seluruh anggota keluarga pembudidaya.

Prof. Hamzah Ritchi menegaskan: “Kami tidak memulai riset ini semata-mata dari teknologi, melainkan dari manusia yang menggunakannya. Riset ini mencerminkan komitmen UNPAD untuk menghasilkan inovasi yang langsung menjangkau masyarakat dan menghadirkan dampak nyata.”
Perwakilan KKP, Christina Retna Handayani dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, menambahkan bahwa SMARTAMBAK berpotensi melengkapi sistem respon nasional cepat penyakit ikan KKP (Sicekatan) melalui penyediaan basis data lapangan yang akurat dan terverifikasi secara berkelanjutan.