Rekam jejak komprehensif kolaborasi riset bilateral Australia-Indonesia dalam merekayasa teknologi pemantauan tambak udang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan dari penandatanganan hibah hingga peluncuran nasional.
Fase awal pembentukan konsorsium riset, penandatanganan kemitraan hibah KONEKSI, penyelarasan metodologi penelitian partisipatif, serta kajian literatur mendalam terkait patologi penyakit udang dan teknologi cerdas.
Penandatanganan resmi perjanjian kerja sama hibah penelitian dalam kerangka program kemitraan pengetahuan Australia-Indonesia (KONEKSI) yang didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Perjanjian ini menjadi landasan formal dimulainya kolaborasi multidisiplin SMARTAMBAK guna mengatasi kerentanan penyakit tambak udang dan memajukan ketahanan ekonomi pembudidaya skala kecil di Indonesia.
Penyusunan paket panduan operasional penelitian lapangan, modul pelatihan metodologi riset aksi (Action Research), instrumen survei sosio-ekonomi pembudidaya, serta protokol baku pengambilan data kualitas perairan tambak yang mematuhi standar biosekuriti dan prinsip kesetaraan gender serta inklusi sosial (GEDSI).
Penyusunan dokumen tinjauan literatur ilmiah yang mendalam sebagai fondasi utama pelaksanaan penelitian dan perancangan sistem SMARTAMBAK.
Fase akselerasi riset empiris di sentra tambak Jawa Barat, penyelarasan sistem dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI), pengujian purwarupa Alpha DRMS bersama petambak, serta diseminasi ilmiah di konferensi nasional dan internasional terkemuka.
Pertemuan konsorsium yang membahas pengelolaan dana hibah, penetapan strategi riset komprehensif, serta peluang kolaborasi akademik guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor.
Visitasi DIGITS dan UNSW ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna membahas pengembangan Disease Reporting and Monitoring System (DRMS). Dirangkaikan dengan research seminar mengenai pendekatan teknologi pencegahan wabah penyakit udang yang mendukung ketahanan pangan, akuakultur berkelanjutan, dan capaian SDG 1, 2, 9, dan 14.
Tim DIGITS Unpad mengunjungi sentra tambak udang di Pangandaran guna mengeksplorasi kebutuhan riil, tantangan lapangan, serta peluang inovasi di industri akuakultur sebagai bagian dari program Hibah KONEKSI.
DIGITS berpartisipasi pada 14th International and National Seminar on Fisheries and Marine Science (ISFM XIV 2025) dengan mempresentasikan paper ilmiah tim berjudul: “Digital Innovation for Sustainable Shrimp Aquaculture in Indonesia: Addressing Disease Outbreaks, Socioeconomic and Environmental Challenges”.
Penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) evaluasi purwarupa Alpha Decision Support & Disease Risk Management System (DRMS) bersama petambak dan pembudidaya perempuan untuk menguji kenyamanan antarmuka. Dirangkaikan dengan kuliah umum metodologi Action Research oleh Prof. Shan L. Pan dari UNSW Sydney.
Perwakilan DIGITS mempresentasikan konsep riset DRMS pada konferensi internasional ICRES-ISCLO dengan fokus utama penyebarluasan informasi terkait Gender, Disability, dan Social Inclusion (GEDSI).
Capaian membanggakan tingkat dunia di ajang International Conference on Information Systems (ICIS 2025) sebagai konferensi paling bergengsi dalam disiplin ilmu sistem informasi global. Riset SMARTAMBAK berhasil meraih Juara Kedua (1st Runner Up Best Paper Award) atas orisinalitas perancangan teknologi informasi inklusif berbasis kemasyarakatan.
Perwakilan tim DIGITS menghadiri Australian Conference on Information Systems (ACIS 2025). Materi riset memaparkan bagaimana perempuan di sektor perikanan Indonesia menggunakan platform digital dan data untuk membangun visibilitas, akuntabilitas, jaringan sosial, dan ruang kerja baru.
Fase pembuktian operasional di lapangan nyata, validasi algoritma diagnostik multi-sudut, pertukaran keilmuan akuakultur di Australia, pameran inovasi perguruan tinggi, dan peluncuran resmi platform SMARTAMBAK untuk publik.
Tim riset DIGITS dan UNSW Sydney melakukan pengambilan data kualitatif melalui wawancara dan kuesioner untuk menguji kelayakan aplikasi SMARTAMBAK. Petambak diberikan pelatihan cara penggunaan aplikasi serta diminta memberikan masukan agar pengembangan memenuhi kebutuhan dan kemampuan pengguna.
Kunjungan kerja akademik delegasi DIGITS ke UNSW Sydney, Australia untuk melakukan benchmarking aplikasi dan mempererat hubungan riset kolaboratif jangka panjang.
Demonstrasi interaktif seluruh ekosistem platform SMARTAMBAK di hadapan civitas akademika, pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri perikanan, serta perwakilan kementerian. Platform memperoleh sambutan antusias sebagai karya riset terapan yang siap diimplementasikan secara komersial dan berdampak sosial tinggi.
Puncak perhelatan riset 2 tahun konsorsium SMARTAMBAK yang diresmikan melalui seminar peluncuran nasional. Melibatkan serah terima akses platform digital kepada kelompok petambak, diseminasi buku putih panduan akuakultur cerdas berbasis IoT dan AI, serta penandatanganan komitmen keberlanjutan hilirisasi bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI.
Lini masa ini terwujud berkat dedikasi 19 anggota tim multidisiplin serta rancangan teknologi cerdas yang dirancang khusus untuk memajukan petambak Indonesia.