4 Strategi Jitu Pemasaran yang Wajib Diketahui oleh Pembudidaya Untuk Cuan Maksimal!

Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi budidaya perikanan yang sangat besar, termasuk salah satunya seperti budidaya udang. Budidaya udang merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berperan penting dalam perekonomian di daerah pesisir. Meskipun potensinya yang begitu besar, pembudidaya masih perlu melakukan analisis usaha sebelum melakukan kegiatan budidaya. Hal tersebut dikarenakan sektor ini masih memiliki resiko kerugian yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, dengan analisis usaha, maka pembudidaya dapat menilai apakah usaha budidaya dapat mendatangkan keuntungan atau tidak, salah satu analisis usaha yang perlu dilakukan oleh pembudidaya, yaitu analisis pasar dan strategi pemasaran.

Telah banyak inovasi terkait sistem dan alat produksi dari budidaya udang saat ini yang mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional. Akan tetapi, aspek yang tidak kalah vital pada kegiatan budidaya, yaitu aspek pemasaran. Aspek pemasaran dasar seringkali terlupakan oleh pembudidaya, seperti kejelasan dan transparansi informasi produk, transparansi harga, serta transaksi yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan bukan paksaan. Selain itu, terdapat beberapa strategi pemasaran yang dapat pembudidaya lakukan untuk mengoptimalkan keuntungan, antara lain sebagai berikut:

  1. Pemilihan Lokasi Budidaya yang Strategis

Pemilihan lokasi budidaya menjadi sangat vital karena lokasi budidaya dapat menentukan tingkat persaingan yang ada, dan kemudahan dalam mengakses konsumen dan produsen di pasar. Lokasi yang strategis dapat mendatangkan keuntungan secara jangka panjang bagi pembudidaya.

  1. Mempekerjakan Masyarakat Sekitar

Mempekerjakan masyarakat sekitar terlihat seperti beban untuk pembudidaya, padahal hal tersebut merupakan langkah strategis dalam aspek pemasaran. Hal tersebut dikarenakan masyarakat sekitar tambak mengetahui dengan pasti keadaan lingkungan yang ada, sehingga sistem produksi akan dapat lebih optimal. Kemudian, dengan mempekerjakan masyarakat sekitar, maka citra brand budidaya akan baik di mata masyarakat sekitar yang dapat menjadi konsumen pertama dari kegiatan budidaya tersebut. Akan tetapi, pembudidaya perlu memastikan jika tenaga kerja yang direkrut tetap harus memiliki kemampuan yang memadai. Oleh karena itu, pembudidaya dapat melakukan pelatihan terbuka untuk masyarakat sekitar tempat budidaya, agar kemampuan masyarakat meningkat.

  1. Mengoptimalkan penggunaan teknologi dan digitalisasi

Penggunaan teknologi dapat mendorong peningkatan hasil produksi dan mengurangi biaya operasional dalam aktivitas budidaya. Penggunaan teknologi juga dapat mendatangkan keuntungan yang berjangka panjang bagi pembudidaya.

Kemudian, pembudidaya juga dapat mulai fokus untuk mengembangkan promosinya melalui sarana digitalisasi, seperti melalui sosial media. Terdapat banyak sekali, sosial media yang dapat digunakan oleh pembudidaya, seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Ketiga sosial media tersebut merupakan sosial media yang paling banyak digunakan saat ini. Promosi melalui iklan di sosial media dapat meningkatkan kesadaran publik atau konsumen terhadap brand dari budidaya yang dilakukan oleh pembudidaya. Pembudidaya dapat memulai dengan membuat konten-konten yang menggambarkan aktivitas di tambak, seperti proses pemberian pakan, panen, pembersihan kolam, dan lain sebagainya. Konten yang bersifat edukasi dan real, merupakan jenis konten yang dapat membantu mempercepat penyebaran brand budidaya.

Selanjutnya, pembudidaya juga dapat mencoba menggunakan dan mengoptimalkan penggunaan dari berbagai aplikasi pada handphone pembudidaya, seperti salah satunya aplikasi SMARTAMBAK. Aplikasi ini mampu membantu petambak untuk mendeteksi penyakit pada udang, dan memberikan langkah-langkah praktis untuk melakukan pengobatan dan pencegahan. Selain itu, aplikasi mampu memberikan pedoman bagi pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungannya secara jangka panjang.

  1. Meningkatkan pangsa pasar dengan meningkatkan sistem distribusi

Pembudidaya juga dapat mulai fokus untuk mengembankan pasar. Pemasaran melalui sosial media dapat membantu meluaskan pasar dari produk budidaya. Pembudidaya dapat mulai mengembangkan brand dan promosi secara aktif ke pasar yang lebih luas, seperti skala nasional, bahkan internasional. Hal tersebut dikarenakan udang yang dikembangkan oleh Indonesia memiliki daya saing yang tinggi, baik di pasar domestik atau internasional. 

Dengan mengetahui beragam strategi pemasaran yang dapat membantu pembudidaya untuk cuan maksimal, maka diharapkan budidaya udang di Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri. Meningkatkan dan menyebarkan kesadaran, ilmu pengetahuan, dan kerjasama dari berbagai pihak dapat menjadi kunci utama kesuksesan dalam membangun kesejahteraan pembudidaya sektor perikanan, seperti salah satunya budidaya udang, di Indonesia.


Sumber:

District, I.B. and Sulawesi, S. (2022) ‘Strategi pemasaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) Studi kasus di PT Gosyen Global Aquaculture Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan’, 3(September), pp. 193–204.

Fanni, N., Prihatini, E. and Syarof, M. (2020) ‘Strategi Pemasaran Gelondongan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Di Kabupaten Lamongan’, Grouper, 11, p. 11. Available at: https://doi.org/10.30736/grouper.v11i2.70.

Masita, M.P. et al. (2025) ‘Analisis aspek produksi dan pemasaran syariah pada industri budidaya udang di lamongan’, 3(6).

Mikraj, A.L. et al. (2024) ‘Menjaga Integritas Bisnis Etika Pemasaran Syariah di Era Modern’, 5(1), pp. 1465–1474.

Yusuf, C. (2014) ‘Better Management Practices Budidaya Udang Windu (Panaeus Monodon) Untuk Tambak Tradisional dan Semi-Intensif’, WWF Indonesia, p. 26.

Related Articles