Hepatopancreatic Microsporidiosis adalah penyakit udang yang disebabkan oleh mikrosporidian Enterocytozoon hepatopenaei (EHP). Penyakit ini menyerang sel tubulus hepatopankreas pada beberapa spesies udang, termasuk Penaeus monodon, Penaeus (Litopenaeus) vannamei, Penaeus stylirostris, dan dapat memengaruhi Penaeus japonicus. Pada P. vannamei, EHP sering dikaitkan dengan sindrom feses putih, yang biasanya muncul bersamaan dengan kondisi kesehatan lain. Penting untuk dicatat bahwa EHP belum termasuk penyakit yang dapat dilaporkan kepada World Organisation for Animal Health (OIE).
EHP menular secara horizontal tanpa memerlukan inang selain udang, misalnya melalui kanibalisme. Meskipun EHP jarang menyebabkan kematian langsung, infeksi bersamaan dengan patogen lain seperti bakteri penyebab EMS/AHPND, WSSV, atau Vibrio dapat meningkatkan risiko kematian di tambak. EHP juga dianggap sebagai faktor risiko yang signifikan dalam perkembangan akut penyakit nekrosis hepatopankreas (AHPND).
Infeksi EHP biasanya ditandai dengan pertumbuhan lambat dan disparitas ukuran pada udang, yang sering terlihat pada postlarva di hatchery. Penularan vertikal juga mungkin terjadi. EHP dapat berkembang pada berbagai kondisi kolam, dengan salinitas antara 2 ppt hingga 30 ppt. Keparahan infeksi cenderung meningkat pada salinitas tinggi (≈30 ppt), lebih rendah pada salinitas menengah (≈15 ppt), dan minimal pada salinitas rendah (≈2 ppt). Deteksi EHP menggunakan PCR dapat dilakukan pada berbagai rentang salinitas, dari hampir 0 ppt hingga lebih dari 30 ppt.



