Monodon Baculovirus (MBV)

Monodon Baculovirus (MBV) merupakan patogen yang diketahui menyebabkan penurunan produksi pada budidaya udang, terutama pada Penaeus monodon. Virus ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1977 di Taiwan dan merupakan virus pertama yang dilaporkan menginfeksi udang penaeid. MBV merupakan virus berbentuk batang dengan genom DNA untai ganda sirkular (dsDNA) berukuran besar, berselubung tunggal, serta membentuk badan oklusi intranuklear. Virus ini bereplikasi di dalam nukleus sel dan menargetkan beberapa jaringan, terutama epitel tubulus hepatopankreas, epitel duktus pada stadia postlarva, juvenil, dan dewasa, serta epitel midgut anterior pada postlarva yang sangat muda.

Awalnya MBV dilaporkan di Taiwan, namun saat ini virus tersebut telah menyebar luas ke berbagai wilayah termasuk Asia Tenggara, Pasifik Selatan, Afrika, dan Amerika Latin. MBV pertama kali teridentifikasi saat terjadi kematian massal pada budidaya udang di Taiwan. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa MBV bukanlah penyebab utama kejadian tersebut, melainkan terjadi bersama dengan patogen lain. Selain itu, diketahui bahwa infeksi MBV umumnya tidak menyebabkan kematian jika kondisi pemeliharaan udang berada dalam keadaan baik. Di Taiwan, infeksi ganda antara MBV dan White Spot Syndrome (WSSV) sering ditemukan pada Penaeus monodon.

Secara umum, MBV tidak menyebabkan tingkat kematian yang tinggi, tetapi dapat menurunkan produktivitas budidaya. Infeksi virus ini biasanya masih dapat ditoleransi oleh udang apabila kondisi lingkungan budidaya optimal. Namun, kepadatan tebar yang tinggi serta kondisi pemeliharaan yang kurang baik dapat meningkatkan tingkat keparahan infeksi. Selain itu, infeksi MBV dapat meningkatkan kerentanan udang terhadap infeksi sekunder oleh patogen lain. Penyakit biasanya berkembang ketika udang yang telah terinfeksi mengalami stres tertentu sehingga memperburuk kondisi kesehatannya. MBV juga diketahui dapat menginfeksi larva Penaeus monodon dan Penaeus penicillatus, sementara induk Penaeus monodon dapat mengalami tingkat kematian yang signifikan akibat proses transfer infeksi.

Meskipun MBV jarang menyebabkan kematian atau penyakit yang sangat parah, infeksi virus ini tetap dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar dalam budidaya udang. Hal ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan udang yang lambat di tambak serta rendahnya tingkat kelangsungan hidup postlarva (PL). Kondisi tersebut sering kali berkaitan dengan infeksi sekunder oleh bakteri dari genus Vibrio maupun berbagai protozoa. Selain itu, infeksi MBV juga dilaporkan dapat terjadi bersamaan dengan penyakit lain seperti Hepatopancreatic Parvovirus (HPV) dan Yellow Head Disease (YHV).

Sumber: https://www.genics.com.au/education/#flyers

Related Articles