Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa virus baru telah ditemukan yang diduga dapat memengaruhi produksi udang budidaya. Virus tersebut antara lain Wenzhou shrimp virus 8 (WzSV8), Penaeus vannamei picornavirus (PvPV), dan Penaeus vannamei solinvivirus (PvSV). Ketiga virus ini memiliki perbedaan urutan genetik yang relatif kecil sehingga masih belum jelas apakah mereka mewakili spesies virus yang berbeda atau hanya variasi dari satu spesies yang sama. Berbagai varian virus tersebut telah ditemukan di beberapa wilayah, termasuk Thailand, Tiongkok, kawasan Indo-Pasifik, dan Brasil. Mengingat informasi ilmiah yang masih terbatas, pembahasan biasanya difokuskan pada Penaeus vannamei solinvivirus (PvSV) berdasarkan data yang tersedia hingga awal tahun 2023.
Dari ketiga patogen tersebut, yang pertama kali dideskripsikan adalah WzSV8 pada tahun 2015 dari wilayah Amerika dan Indo-Pasifik. Selanjutnya pada tahun 2021, urutan genom Penaeus vannamei picornavirus (PvPV) yang diperoleh dari udang Penaeus vannamei disimpan dalam basis data genetik internasional GenBank. Kemudian pada tahun 2022, urutan genom Penaeus vannamei solinvivirus (PvSV) yang berasal dari Brasil juga ditambahkan ke basis data tersebut.
WzSV8 diperkirakan memiliki tingkat virulensi yang relatif rendah. Namun, PvSV telah dilaporkan berasosiasi dengan infeksi ganda bersama strain Infectious myonecrosis (IMNV) dan dikaitkan dengan kejadian kematian udang di Brasil sejak tahun 2016. Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa PvSV memiliki tropisme jaringan yang mirip dengan virus lain dalam kelompok solinvivirus. Pada serangga, virus dalam kelompok ini umumnya menginfeksi epitel usus tengah (midgut), namun PvSV juga dilaporkan dapat memengaruhi jaringan otot pada udang.
Selain itu, PvSV diketahui bereplikasi di organ hepatopankreas, dan pola tropisme jaringannya menunjukkan kemiripan dengan WzSV8 yang ditemukan di Thailand. Karena gejala klinis yang muncul sering menyerupai penyakit bakteri, para petambak udang di Brasil pada awalnya lebih sering mencurigai patogen lain yang menyebabkan penyakit enterik. Hal ini berlangsung hingga virus tersebut berhasil diidentifikasi dan dideskripsikan secara ilmiah. PvSV diketahui dapat menyebabkan infeksi yang bersifat enterik maupun sistemik. Hingga saat panduan ini ditulis, PvSV telah tersebar luas di Brasil dan dilaporkan ditemukan di setidaknya tujuh negara bagian di wilayah timur laut negara tersebut.



