Waspada Mourilyan Virus (MoV): Ancaman Baru di Balik Tambak Udang

Dalam industri budidaya udang, petambak dihadapkan dengan tantangan baru berupa Mourilyan Virus (MoV), sebuah virus yang menyerang berbagai spesies udang, termasuk Penaeus monodon (udang windu) dan Penaeus japonicus(udang kuruma). Virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 1996 di sebuah tempat budidaya di Mourilyan, Queensland Utara, Australia. MoV termasuk dalam keluarga Solinviviridae dan terkait dengan Wenzhou Shrimp Virus (WSV1) dari Cina. Meskipun MoV sering ditemukan bersamaan dengan virus lain seperti Gill Associated Virus (GAV), yang membuat identifikasi dampak dari virus ini menjadi lebih sulit, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa MoV dapat menyebabkan infeksi kronis atau akut yang memperburuk kesehatan udang.

MoV dapat menular melalui kontak langsung atau konsumsi jaringan yang terinfeksi. Virus ini menyerang organ mesodermal dan ektodermal udang, terutama hepatopankreas, yang berfungsi penting dalam pencernaan. Infeksi ini menyebabkan pembentukan spheroid organ limfoid yang merupakan tanda khas MoV, serta peningkatan tingkat kerusakan sel dan jaringan. Gejala klinis dari infeksi MoV antara lain tubuh udang yang pucat, penurunan nafsu makan, serta pembengkakan organ-organ internal. Meskipun udang Penaeus monodon cenderung lebih toleran terhadap virus ini, Penaeus japonicus menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi akibat infeksi MoV.

Pencegahan dan deteksi dini adalah faktor penting dalam mengendalikan penyebaran Mourilyan Virus (MoV). Shrimp MultiPath PCR merupakan alat deteksi yang sangat efektif untuk mengidentifikasi virus ini bahkan sebelum tanda-tanda klinis muncul. Dengan deteksi dini, petambak memiliki waktu untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti menghindari penebaran benur yang terinfeksi ke kolam lain. Langkah mitigasi lainnya meliputi pemisahan udang yang terinfeksi serta menjaga kualitas air dan biosekuriti tambak, yang akan membantu mencegah virus menyebar lebih luas. Tindakan cepat ini sangat penting untuk mengurangi kerugian besar yang dapat ditimbulkan oleh infeksi MoV. Selain deteksi dini dan mitigasi yang tepat, solusi jangka panjang dapat melibatkan pengembangan galur udang yang lebih tahan terhadap infeksi MoV. Program pemuliaan udang yang lebih resisten terhadap virus ini dapat menjadi strategi efektif untuk melindungi industri budidaya udang dari ancaman di masa depan. Di samping itu, penggunaan teknologi deteksi terbaru dan peningkatan sistem manajemen tambak berbasis data akan semakin mempermudah petambak dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko dari virus MoV, serta meminimalkan dampak negatifnya pada hasil produksi.

Sumber:

Genics (2026). Mourilyan Virus (MoV), p. 3. Available at: www.genics.com.

Related Articles